CeritaPlusPlus757 Janda IGO Suka Brondong
CeritaPlusPlus757:Janda IGO Suka Brondong- Ketika anakku Devi berpacaran dengan ilham, aku sungguh terkesima, melihat gelagatnya. Dia suka tersenyum padaku. Aku yakin, anak itu seorang play boy. Tapi demi anakku, aku berusaha tenang, atas sikapnya yang genit padaku. Awalnya aku sudah melarangnya dengan cara halus, agar anakku Devi tidak berhubungan dengan Ilham, tapi Devi bersikeras untuk tetap mejadikanya sebagai suaminya. Akhirnya dengan terpaksa aku menerima lamaranya, karena Devi sudah hamil dua bulan. Sebagai janda, aku sangat sedih memestakan pernikahan anakku satu-satunya.
Sebagai seorang janda, aku memang suka mencari brondong. Aku butuh sekali sex. Butuh kenikmatan dan juga kepuasan, walau usiaku sudah menginjak 40 tahun. Pernah pada suatu hari saat Ilham mengantarku ke kantor dia berani menggodaku, tapi aku menepisnya dan memarahinya. Aku buka usaha sendiri, memang aku seorang pengusaha wanita yang sukses.
“Kurang ajar berani-beraninya kamu menggodaku” bentakku di dalam mobil, saat Ilham sudah mulai meraba pahaku. Anehnya dia malah tersenyum dan terus menggodaku.
Jika memang ini kesalahan, ini memang salahku. Karena aku sangat butuh sex. Aku tidak tahu kalau diam-diam Ilham membuntutiku ke puncak. Ilham memergokiku sedang bermesraan dengan soerang pemuda berumur 21 tahun, tiga tahun lebih muda dari umur Ilham menantuku. Wajahku berubah pucat badanku gemeteran. Ilham pun langsung menampar dan mengusir pemuda brondong itu.
Baca Juga:Hilang Kesucianku Dibulan Suci
“Mama minta maaf…Ilham…” kataku berbasa-basi.
“Ternyata mama seorang yg munafik ya ma…” katanya.
“Tapi Ilham, aku kan mama mertuamu…” kataku membela diri.
“Tapi Mama lebih cantik dari pada Devi…lagian kan gak ada salahnya aku seorang laki-laki dan mama seorang wanita.” katanya merayuku.
Saat itu aku masih memegang kunci kamar. Memang kami belum sempat masuk kamar. Kami baru asyik bermesraan di teras depan, pemuda brondong kala itu sedang memeluk dan menciumi bibirku. Saat asyik bermesraan itu Ilham datang memergoki kami dan aku tidak bisa mengelak lagi.
Ilham lantas meminta kunci kamar yang masih ku pegang. Begitu pintu kamar terbuka Ilham langsung memelukku dan menciumiku. Aku yang tadi sudah terlanjur nafsu akupun membalas ciuman Ilham. Mulut kami saling berpautan dengan lembut. Ilham pun meremas buah dadaku yg masih terbungkus oleh BH dan pakaian ku. Remasannya terasa menggairahkan diriku.
Ilham langsung mendekapku. Aku dipeluknya erat. Aku berusaha menolaknya, karena dia suami anakku
“Mamah jangan berani main-main ya. Mamah sudah membuat kesalahan besar,” ancam Ilham. Aku terdiam tidak berkutik. Aku sangat takut kalau Ilham sampai memberitahu Devi anakku tentang hal ini. Karena selama ini aku adalah segala-galanya bagi Devi
Ilham mencium bibirku dengan sangat lembut. tangannya meremas pantatku. Lidahnya menari-nari di dalam mulutku. Aku pun tidak sanggup untuk menolaknya dan aku memberinya respon. lidah kami saling berbelit. satu-satu pakaian yang tadi kukenakan lepas dari tubuhku, aku sudah bugil. Dijilatinya sekujur tubuhku. Dia jongkok di lantai sedangkan aku masih dalam posisi berdiri. dijilatinya lubang kemaluanku, memekku di dihisap-hisap. Lendir kenikmatanku sudah mulai membasahi lubang kemaluanku. Terasa nikmat luar biasa. Tidak pernah ada seorang laki-laki demikian pintar memainkan memekku dengan lidahnya. Saat dia jongkok itu, dia melucuti pakaiannya. Kami berdua sudah dalam keadaan bugil.
Janda IGO Suka Brondong
Ilham memeluk dan membopongku lalu merebahkankanku ke atas ranjang. Kembali memekku yang di dijilat dan di hisapnya. Aku pun mengelinjang-gelinjang. Ilham masih berjongkok. Kedua kakiku berada di bahunya. Lidah Ilham menjilati lubang memekku. Sesekali dia menjilati lubang buritku. Aku mengejang. Aku yakin Ilham mau menjilati lubang anusku. Ujung lidahhnya kurasakan memasuki lubang anusku. Lalu lidahnya memutar-mutar dalam anusku. Oohhh… nikmat sekaliii. Ilham demikian pintar dan sangat pintar bahkan
“Ayo Ham… masukin… mamah sudah nggak tahan” jeritku.
“Sebentar, Mah, tunggu mamah orgasme dulu” katanya sambil terus menjilati lubang memekku dan menghisap itilku.
Tidak tahan dengan permainanya. Kuremas-remas rambut Ilham. Akhirnya aku menjepit kuat kepala Ilham melepaskan orgasmeku. Saat kedua pahaku menjepit kepala Ilham, saat itu, jilatan lidah Ilham pun semakin liar. Aku pun melepas nikmatku yang sungguh luar biasa. Sampai nafasku terengah-engah dan terkulai lemas.
“Gimana, Mah… Nikmatkah?” Ilham menatapku dengan tersenyum manis. Aku tidak menjawab, hanya mengedipkan kedua mataku saja dengan mengatur nafasku
Keningku dikecupnya lembut dan penuh kasih sayang. Leherku diciuminya dan toketku di raba dengan halus. Oohhh…
Aku merasakan memekku sudah sangat basah dengan lendir kenikmatanku. Bagaikan bayi, aku diperlakukan dengan penuh kasih sayang oleh Ilham. Aku merasakan elusan-elusan tanganya yang demikian lembut menghanyutkan diriku. Lidah Ilham memainkan puting susuku. Tanganya mengusap-usap memekku yang basah. Ketiakku di jilatinya, telingaku, leherku dan seluruh tubuhku sudah terbasahi oleh ludahnya. Sampai akhirnya lidah Ilham kembali menjilati lubang memekku yang sudah basah oleh lendir kenikmatanku. Aku melihat dan mendengar lidahnya meminkan memekku dan menelan lendir yang keluar dari dalam lubang memekku itu. Ochh… tidak pernah seorang laki-laki pun melakukan hal ini kepadaku
Tubuhku menggelinjang-nglinjang dan ingin meminta agar Ilham segera memasukan batang penisnya ke lubang memekku. Suaraku sudah terdengar berat. Kugenggam batang penisnya dan kutarik tubuhnya agar menindihku. Kuarahkan batang penisnya memasuki lubang memekku. Ugghhh….
Aku terkejut, lubang memekku terasa penuh oleh batang penisnya. Perlahan dia menyodokkan batang penisnya ke dalam memekku. Perlahan dia menariknya. Saat dia tekan, aku merasakan semua lubang memekku penuh. Aku baru sadar, Kalau batang penisnya demikian panjang dan besarnya. Walau aku tidak bisa melihat dengan jelas, tapi aku dapat merasakanya kalau belum pernah merasakan batang penis yang demikian panjang dan besar.
Mungkin sudah puluhan pria muda yang memasukkan penisnya ke dalam lubang memekku dan aku membayarnya. Selama ini, aku selalu meremehkan laki-laki, agar bayaranya bisa di kurangi. Dan biasanya mereka mengiyakanya, karena aku mengatakan tidak puas dengan permainanya. Tapi Ilham, tidak mungkin aku mengatakanya demikian, karena aku klepek-klepek dibuatnya.
Anda Pengin Nonton Bokep Online Gratis
klik Sini : filembokep.net
Secara beraturan Ilham mengocok keluar masuk penisnya di lubang memekku. Iramanya beraturan, dan penisnya terasa mengganjal jauh di lubang memekku. Aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa selain memeberinya respon yang hangat. Biarlah aku melupakanya sebagai seorang menantu. Ilham benar, dia laki-laki dan aku wanita, walau ada hubungan mertua dan menatu. Aku sudah tidak tau malu lagi. Aku mendesah dan mengerang keenakan.
“Hammm.. ayo sayang. Mamah sudah mau keluar nih…” desisku
Ilham memeluk dan mempercepat kocokkanya. Dan aku sudah tidak mampu menahanya dan memeluknya semakin kuat. Demikian dengan Ilham juga memelukku erat sekali dan menekan kuat dalam gaya kelembutanya, tapi aku merasakan keliaran di balik kelembutanya itu.
Croooott.. Croooott… Creoooooottt… pejuhnya yang banyak menyembur di dalam lubang memekku. Aku merasakan kehangatanya dan aku juga meluapkan kenikmatanku. Memekku basah sekali.
Tidak seperti laki-laki lain, selesai mencapai puncak kenikmatan, dia langsung membelakangiku. Ilham tdk. Dia justru membelai rambutku dan menyium bibirku. Layaknya aku diperlakukan seperti anak bayi. Aku sangat puas.
“Mamah puas kan????” bisiknya. Aku menjawabnya dengan senyuman.
“Mamah tambah cantik aja, Mah. Senyum Mamah menggodaku. Aku mau lagi…' bisiknya.
“Gila kamu Ham. Istrihat dulu sebentar. Mamah nggak sanggup” dia tersenyum manis dan membelaiku.
Beberapa menit kemudian, aku ke kamar mandi membersihkan kemaluanku. Ilham mengikutiku dan Ilham juga membersikan dirinya. Selesai membersihkan kemaluanku, Ilham memelukku dari belakang dan menciumi leherku. Aku merinding.
“Sudah Ilham nanti lagi ya…” Kataku.
Ilham tidak mau melepaskan pelukkanya dan terus menjilati leherku. Ilham terus menempelkan penisnya ke lubang pantatku.
“Ilham jangan.. Pasti Sakit….” tolakku. Ilham terus merangsangku.
“Nanti mamah akan tau, gimana nikmatnya. Sakitnya hanya sebentar tapi nikmatnya selamanya,.” kata Ilham merayu.
Aku dibopong ke ranjang, menelungkupkan tubuhku. Dijilati lubang pantatku. Cukup lama Ilham menjilati lubang pantatku. Aku merasakan lubang pantatku mulai berkedut dan basah oleh lidahnya.
“Mamah nungging ya…” pinta Ilham
Aku menurutinya. Kepala penisnya mulai menyentuh lubang memekku. Perlahan dia menusukkan batang penisnya ke lubang pantatku. Aku merasakan nikmat. Lalu dia menghentikan tusukanya beberapa saat. Kemudian dia tusuk lagi, dia hentikan, dia tusuk lagi dan akhirnya aku menjerit, karena lubang pantatku mulai terasa sakit.
“Sabar ya, Mah..” katanya menahan penisnya
Aku merasakan lubang Pantatku di ludahinya. Ilham berdiri di lantai dan aku dalam posisi menungging di ranjang. Ilham meminta agar aku mengembang kempiskan lubang pantatku. Tidak terasa, aku pikir Ilham sudah menahan penisnya, tapi dia menusukkkan penisnya dengan perlahan, sampai tidak terasa batang penis itu sudah habis memasuki lubang pantatku. Pantat seksiku di remas-remasnya. Sesekali dia juga meremas toketku dan mencimui punggungku. Ilham mulai mengocok perlahan batang penisnya dan tangannya mengusap-usap itilku.
Akupun mulai merasa nikmatnya. Makin lama makin cepat kocokkan batang penisnya di lubang pantatku. Aku menikmatinya sampai aku mengerang keras keenakan. Akupun merasakan batang penisnya mengecil dan pejunya pun keluar dari lubang anusku. Saat itulah kenikmatan kedua kalinya tidak dapat kubendung.
“Gimana, Mah? Sakitnya sebentar kan. Tapi nikmatnya…?
“Ich. Kamu ada-ada aja Hamm,.” jawabku genit. Aku sudah lupa kalau Ilham itu suami dari anak kandungku.
Beberapa menit kemudian, kami berdua ke kamar mandi. Kami mandi bersama, saling menyabuni dan begitu mesranya. Tidak pernah laki-laki memperlakukan aku sedemikian mesra. Setelah selesai mandi dan merapikan diri kami pun pulang bersama.
Setelah sekian banyak pria muda yang ku pakai, aku harus mengakui keperkasaan Ilham menantuku itu, Tapi haruskah? Dia menantuku. Tapi godaanya selalu membuat aku selalu ingin di tidurinya. Haruskah aku berbagi penis dengan anak kandungku sendiri? penis itu adalah penis menantuku Ilham
Ilham bertubuh atletis, karena dia rajin olah raga. Tinggi badan 175cm. Aku sendiri cuma 154cm dengan berat badanku 45kg. Jika berjalan denganya, orang selalu usil mengatakan aku seperti brondong pula, karena bentuk tubuhku.
Kamis pagi, aku minta Ilham mengantarkan keberangkatan Devi anakku untuk mengikuti study banding dari tempatnya bekerja ke kalimantan. Dia akan pulang senin pagi. Jam 9 pagi pesawatnya take off dari bandara.
Singkat cerita. Dengan cepat kami menuju mobil. Ilham meminta agar kami langsung pulang kerumah saja, karena Ilham sudah tidak sabar ingin bercinta denganku. Ilham tidak masuk kerja dan minta ijin melalui hp, dengan alasan sakit. Aku tersenyum
“Kamu harus ikuti syaratku” – cerita CeritaPlusPlus757 –
“Apa itu Mah”
“Kamu harus bikin puas aku selama kepergian Devi. Dan tidak mau dari anus. aku mau kamu tusuk memekku sampai aku sangat puas. gimana setuju?” Ilham mengangguk-ngangguk dan tersenyum tanda setuju.
Begitu sampai rumah, kami langsung mengunci gerbang dan semua jendela kami tutup rapat. lalu kami menyalakan lampu teras. Seakan rumah ini tidak ada penghuninya. Sebelumnya kami sudah mempersiapkan makanan untuk persiapan kami tidak keluar rumah sampai senin pagi kami menjemput Devi di bandara. Aku melucuti semua pakaianku, hingga bugil. Kupaksa Ilham untuk berbugil juga. Kuajak Ilham ke lantai 3 yang luas.
Rumah kami adalah rumah yang tertinggi di antara penduduk. Di lantai 3, ada tembok setinggi 185 cm untuk menjemur. Juga ada kursi dan meja untuk bersantai. Bir dan makanan ringan sudah tersedia. Ilham memelukku dan membopong aku ke atas meja dan dia mulai menciumi dan menjilati sekujur tubuhku. Aku merasa terbang dan menikmatinya.
kalian Juga Bisa Download Film Bokep Gratis Tanpa Bayar
Disini Linknya: download.filembokep.net
“Lyla… ayo sayang, aku pangku” katanya
Aku sangat terkesima, ketika Ilham memanggil namaku. Ada panggilan sayang darinya yang membuatku semakin melambung. Ilham duduk di kursi dan aku diangkatnya mengangkangi tubuhnya dam memasukkan batang penisnya ke lubang memekku. Aku memeluknya. Ilham menuangkan bir kedalam gelas bercampur es dan meminumnya. Aku juga meminumnya.
“Aku sangat mencintaimu… kamu milikku.. aku tidak mencintai Devi” katanya jujur. Aku terkejut
“Ketika itu kenapa bukan aku yang kamu lamar?”
“Aku tidak mau
“Aku tidak mau kamu menertawakan aku, karena perbedaan usia kita. Kuputuskan melamar Devi dan aku yakin, aku pasti akan mendapatkanmu dengan segala cara”
“Ya… sekarang kamu milikku. Usahakan bagaimana caranya kamu tidak hamil,” katanya.
Aku mengangguk dan menikmati penuhnya lubang memekku terisi oleh batang penis Ilham. Ditariknya rambutku, hingga wajahku mendongak. Dia tuangkan bir dari mulutnya ke mulutku. Aku mengguknya. Matahari semakin meninggi. Tubuh kami basah oleh peluh. Aroma tubuh kami menyatu, membuat aku semakin bergairah
“Pernahkah kamu mendapatkan kenikmatan seperti yang aku berikan, Lyl?” Aku menggelengkan kepalaku
Memang harus kuakui, keperkasaanya. Dia mampu tidak orgasme selama 1 jam, walau dia terus mengocok lubang memekku. Apa lagi diam seperti ini. Ilham mengambil handuk kecil dari jemuran yang tidak jauh dari tempat kami duduk. Dia mengusap tubuhku dan tubuhnya, karena keringat di tubuh kami yang berlebihan.
“Aku ingin kamu mengentotku di ranjang” pintaku
“Di atas meja aja, ya?” Akhirnya aku mengangguk.
“Aku ingin kamu pompa di tempat tidur,” pintaku.
“Di atas meja aja, ya?” Akhirnya aku mengangguk.
Diangkatnya tubuhku ke atas meja. Ketika dia berdiri, batang penisnya tepat di depan lubang memekku dalam keadaan tegak mengeras. Dijilat, dihisap dan diremas-remas toketku. Lalu dia mengocok mememkku dengan teratur. Setiap batang penisnya ditarik, aku merasakan gesekan yang nikmat, demikian juga ketika batang penisnya dia tusukkan. Aku orgasme. Lendir kenikmatanku banyak meleleh dari memekku
“Berhenti sebentar Ilham. Aku sudah orgasme” kataku.
Ilham tersnyum. dia memberiku steguk bir dingin menyegarkan tenggorokkanku. Kemudian menarik tanganku dan aku di peluknya serta di bopongnya. Batang penisnya masih tegak mengeras dan aku dibawanya berjalan jalan di lantai 3. Sebelah tanganya menopang pantatku dan sebelah memelukku. Telingaku dilumatnya.
“Kamu adalah pujaan hatiku” bisiknya.
“Aku butuh kepuasan. Aku tidak pernah puas dalam sex” kataku berbisik pula
“Ya sayang… sebentar lagi, aku akan membuatmu puas” bisiknya
Ilham tersenyum dia berjalan membawaku menuruni tangga ke lantai 2. Dia membuka pintu dan kami memasuki kamar tidurku. Ilham duduk di sisi ranjang dan meraba-raba tubuhku yang masih penuh dengan keringat. Di kulum toketku dan sesekali puting susuku di gigitnya.
“Ayo Hamm rebahkan. Tindih aku dan kocok sepuasmu, sampai aku keluar lagi” pintaku
Dengan perlahan Ilham merebahkan tubuhku di ranjang. Dia menindihku dengan menopangkan kedua tanganya di sampingku, Wajahku tepa pada puting susunya. Aku menjilatinya dan sesekali mengigit-gigit kecil puting susu itu. Keramas-remas pantanya dan kukangkangkan kedua pahaku, agar batang penisnya bebas mengocokku.
Kocokkan batang penisnya membuatku benar-benar melayang. Ujung penisnya terasa menyundul-nyundul jauh di dalam memekku.
“Penismu nikmat sekali, Hamm..” bisikku
“Memekmu juga sayang. aku tidak puas-puasnya dengan memekmu” bisiknya pula
Tidak ada rasa malu lagi di antara kami. Aku sangat menikmatinya
“Aku mau keluar sayang.. kamu sudah siap?”
“Siap Hamm, Semburkan pejuhmu yang banyak di memekku” pintaku
Ilham mempercepat kocokkan penisnya di dalam memekku dan menindihku dari atas dengan penuh.
Crooott..Croooott..Croottt pejuh itu terasa memenuhi lubang memekku dan aku merasakan kehangatanya yang luar biasa, sampai aku memeluknya dengan kuat pula dan melepaskan nikmatku.




Leave a Comment