CeritaPlusPlus757 Janda Muda Membutuhkan Nafkah Batin
CeritaPlusPlus757 Janda Muda Membutuhkan Nafkah Batin- Aku bekerja di sebuah perusahaan cukup terkenal di Kota Medan kota yang ramai, dan saya sendiri tinggal kost di daerah perkampungan, yang dekat dengan kantor cewek-cewek yang sering lewat di depan kost. Di sebelah kostku ada sebuah warung kecil tapi lengkap, lengkap dalam artian untuk kebutuhan sehari-hari, dari mulai sabun, sandal, gula, lombok, roti, permen, dan sebagainya itu ada semua.
Cerita PlusPlus757, Aku sudah berlangganan dengan warung sebelah. Aku bila tidak membawa uang pada saat belanja uangnya kurang aku sudah tidak sungkan-sungkan untuk ngutang.
Warung itu milik Ibu Mar (tapi aku memanggilnya Tante Mar), seorang janda cerai beranak satu yang tahun ini baru masuk TK nol kecil. Warung Tante Mar buka pagi-pagi sekitar jam lima, terus tutupnya juga sekitar jam 8 malam. Warung itu ditungguin oleh Tante Mar sendiri dan keponakannya yang masih SMA, Ari namanya.
- Baca Juga:Memperkosa Karyawan Bank Yang Seksi
Seperti biasanya, sepulang kantor aku mandi, pakai sarung terus sudah stand by di depan TV, sambil ngobrol bersama teman-teman kost. Aku bawa segelas kopi hangat, plus singkong goreng, tapi rasanya ada yg kurang.., aku lihat jam dinding sudah menunjukkan jam 9 kurang 10 menit (malam), Aku keluar Rumah menuju warung Tante Mar ,aku jadi ragu, apa warung Tante Mar masih buka yah.., aku ingin membeli rokok. Oh, ternyata warung Tante Mar belum tutup, tapi kok sepi.., “Mana yg jualan”, batinku.
“Tante.., Tante.., Dek Ari.., Dek Ari”, lho kok kosong, warung ditinggal sepi seperti ini,
Ah kucoba panggil sekali lagi,
“Permisi.., Tante Mar?”.
“Oh ya.., tungguu”, Ada suara dari dalam. Wah jadi deh beli rokok akhirnya.
Yang keluar ternyata Tante Mar, Tubuhnya hanya menggunakan handuk yg dililitkan di dada, jalan tergesa-gesa sambil mengucek-ngucek rambutnya yang kelihatannya baru selesai mandi juga habis keramas.
“Oh.., maaf Tante, Saya mau mengganggu nich.., Saya mau beli rokok sempurna, lho Dek Ari mana?
“O.., Ari sedang dibawa ama kakeknya.., katanya kangen ama cucu.., maaf ya Mas Bayu Tante pake’ pakaian kayak gini.. baru habis mandi sich”.
“Tidak apa-apa kok Tante, sekilas mataku melihat bagian tubuh yang lain Tante Mar yang tidak terbungkus handuk.., kulitnya putih mulus, seperti masih gadis-gadis, baru kali ini aku lihat sebagian besar tubuh Tante Mar, soalnya biasanya Tante Mar selalu pakai baju kebaya. Dan lagi dengan hanya handuk yg dililitkan di atas dadanya berarti Tante mar tidak memakai BH. Pikiran kotorku mulai kumat.
“Malam gini kok belum tutup Warungnya Tante..?”
“Iya Mas Bayu, sekarang ini mau saya mau tutup, tapi permisi dulu ya, saya mau ganti’ pakaian dulu?
“Oh biar Saya bantu ya Tante, sementara Tante berpakaian”, kataku. Masuklah aku ke dalam warung, lalu menutup warung dengan rangkaian papan-papan.
“Wah ngerepoti Mas Bayu ni “ kata Tante Mar.., “sini biar Tante ikut bantu juga”. Warung sudah tertutup, Dan aku pulang lewat pintu.belakang warung
“Terimakasih lho Mas Bayu..?”.
“Sama-sama..”kataku.
“Tante saya lewat belakang saja”.
Saat aku dan Tante Mar berpapasan di antara rak-rak dagangan, badanku menabrak tante, tanpa diduga handuk penutup di dadanya terlepas, dan Tante Mar terlihat hanya mengenakan celana dalam merah muda saja. Tante Mar menjerit sambil secara reflek memelukku.
“Mas Bayu.., tolong ambilkan handuk yang jatuh itu, dan lilitkan di badan Tante”, kata tante dengan muka merah padam.
Aku jongkok mengambil handuk tante yang jatuh, saat tanganku mengambil handuk, di depanku persis ada pemandangan yang sangat indah, celana dalam merah muda, dengan background hitam rambut-rambut halus di sekitar memeknya yang tercium harum. Kemudian aku cepat-cepat berdiri sambil membalut tubuh tante dengan handuk yang jatuh tadi. Tapi ketika aku mau melilitkan handuk tanpa kusadari kontolku yang sudah bangun sejak dari tadi menyentuh tante.
“Mas Bayu.., burungnya bangun ya..?”.
“Iya Tante.., ah jadi malu Saya.., habis Saya lihat Tante seperti ini bau parfumnya harum lagi, jadi nafsu dan terangsang Tante..”.
“Ah tidak apa-apa kok Mas Bayu itu wajar.,berarti mas Bayu laki-laki normal.”.
“Eh ngomong-ngomong Mas Bayu kapan mo nikah..?”.
“Ah belum terpikir Tante..”.
“Yah.., kalau mo’ nikah harus siap lahir batin lho.., jangan kaya’ mantan suami Tante.., tidak bertanggung jawab kepada keluarga.., nah akibatnya sekarang Tante harus bersetatus janda. Begini tidak enaknya jadi janda, malu.., tapi ada yang lebih menyiksa Mas Bayu.. kebutuhan batin..”.
“Oh ya Tante.., terus gimana caranya Tante memenuhi kebutuhan itu..”, tanyaku usil.
“Yah.., Tante tahan-tahan saja..”.
Kasihan.., batinku.., andaikan.., andaikan.., aku diijinkan olehnya ,biar memenuhi kebutuhan batin Tante Mar.., ough.., pikiranku tambah usil.
Waktu itu bentuk sarungku sudah berubah, agak kembung, rupanya tante juga memperhatikan.
“Mas Bayu Kontolnya masih bangun ya..?”.
Anda Pengin Nonton Bokep Online Gratis
klik Sini : filembokep.net
Aku cuma megangguk saja, di luar dugaanku, tiba-tiba tangan Tante Mar meraba Kontolku.
“Wow besar juga Kontolmu, Mas Bayu.., burungnya sudah pernah ketemu sarangnya belom..?”.
“Belum..!!”, jawabku bohong sambil terus diraba dielus turun naik, aku mulai merasakan kenikmatan yang sudah lama tidak pernah kurasakan.
“Mas.., boleh dong Tante ngeliatin burungmu bentarr saja..?”, belum sempat aku menjawab, Tante Mar sudah menarik sarungku, praktis tinggal celana dalamku yg tertinggal plus kaos oblong.
“Oh.., sampe’ keluar gini Mas..?”.
“Iya emang kalau kontolku lagi bangun panjangnya suka melewati celana dalam, Aku sendiri tidak tahu persis berapa panjang kontolku ini..?”, kataku sambil terus menikmati kocokan tangan Tante Mar.
“Wah.., Tante yakin, yang nanti jadi istri Mas Bayu pasti bakal seneng dapet suami kaya Mas Bayu..”, kata tante sambil terus mengocok Kontolku.
Oughh.., nikmat sekali dikocok tante dengan tangannya yang halus kecil putih itu. Aku tanpa sadar terus mendesah nikmat, tanpa aku tahu, Tante Mar sudah melepaskan lagi handuk yang kulilitkan tadi, dan kontolku ditempelkan di belahan dadanya ternyata sudah digosok-gosokan diantara buah dadanya yang tidak terlalu besar itu.
“Ough.., Tante.., nikmat Tante.., ough..”, desahku sambil bersandar memegangi dinding rak dagangan, kali ini tante memasukkan kontolku ke bibirnya yang kecil, dengan lahapnya dia keluar-masukkan burungku di mulutnya sambil sekali-kali menyedot.., ough.., seperti Tante Mar merasakan cairan encer maniku ,Asin rasanya Aku seperti terbang rasanya.
Kadang-kadang juga dia sedot habis buah salak yang dua itu.., ough.., sesshh.
Aku kaget, tiba-tiba tante menghentikan kegiatannya, dia pegangi Kontolku ditariknya sambil berjalan ke meja dagangan yang ada di sudut, Tante Mar naik keatas meja sambil nungging di atas meja membelakangiku, sebongkah pantat terpampang jelas di depanku kini.
“Mas Bayu.., berbuatlah sesukamu.., cepet Mas.., cepet..!”.
Tanpa basa-basi lagi aku tarik celana dalamnya selutut.., woow.., pemandangan begini indah, memek dengan bulu halus yang tidak terlalu banyak. Aku jadi tidak percaya kalau Tante Mar sudah punya anak, aku langsung saja mejilat memeknya, harum, dan ada lendir asin yang begitu banyak keluar dari memeknya. Aku lahap rakus memek tante Mar, aku mainkan lidahku di itilnya, sesekali aku masukkan lidahku ke lubang memeknya.
“Ough Mas.., ough..”, desah tante sambil memegangi susunya sendiri.
“Terus Mas.., Maas..”, aku semakin keranjingan, terlebih lagi waktu aku masukkan lidahku ke dalam memeknya, ada rasa hangat dan denyut-denyut kecil semakin membuatku gila.
Kemudian Tante Mar membalikkan badannya telentang di atas meja dengan kedua paha ditekuk ke atas.
“Ayo Mas Dani.., Tante sudah tidak tahan.., mana Kontolmu Mas.. Kontolmu sudah pengin ke sarangnya.., wowww.., Mas Bayu.., Kontol Mas Bayu kalau bangun dongak ke atas ya..?”. Aku hampir tidak dengar komentar Tante Mar soalnya Kontolku, aku melihat pemandangan demikian menantang, memek dengan sedikit rambut lembut, dibasahi cairan harum asin demikian terlihat mengkilat, aku langsung tancapkan Kontolku dibibir memeknya.
“Aughh..”, teriak tante.
“Kenapa Tante..?”, tanyaku kaget.
“Udahlah Mas.., teruskan.., teruskan..”, aku masukkan kepala Kontolku di memeknya, sempit sekali.
“Tante.., sempit sekali Tante.?”.
“Tidak apa-apa Mas.., terus saja.., soalnya sudah lama sich Tante tidak ginian.., ntar juga nikmat..”.
Yah.., aku paksakan sedikit demi sedikit.., baru setengah dari Kontolku amblas.., Tante Mar sudah seperti cacing kepanasan Nglinjang-nglinjang ke sana ke mari.
“Augh.., Mas.., ouh.., Mas.., nikmat Mas.., terus Mas.., oughh..”.
Begitu juga aku.., walaupun Kontolku masuk ke memeknya cuma setengah, tapi sedotannya oughh luar biasa.., berdenyut nikmat sekali. Semakin lama gerakanku semakin cepat. Kali ini Kontolku sudah amblas dimakan memek Tante Mar. Keringat mulai membasahi badanku dan badan Tante Mar. Tiba-tiba tante terduduk sambil memelukku, mencakarku.
“Oughh Mas.., ough.., luar biasa.., oughh.., Mas Bayu..”, katanya sambil merem-melek.
“Kayaknya ini yg namanya orgasme.., ough..”, Kontolku tetap di memek Tante Mar.
“Mas Bayu sudah mau keluar ya..? k0ntolku rasanya menggembung ”. Aku menggeleng.
kalian Juga Bisa Download Film Bokep Gratis Tanpa Bayar
Disini Linknya: download.filembokep.net
Ternyata kurasakan geli amat sangat terasa keluar mani encer creet,..” Enak geli rasanya , cairan Mas Bayu “ kata Tante Mar .Kemudian Tante Mar telentang kembali, aku seperti kesetanan menggerakkan badaku maju mundur, aku melirik susunya yang bergelantungan bergoyang-goyang karena gerakanku, aku menunduk dan kucium putingnya yang coklat kemerahan. Tante Mar semakin mendesah,
“Ough.., Mas..”, tiba-tiba Tante Mar memelukku sedikit agak mencakar punggungku.
“Oughh Mas.., aku keluar lagi..”, kemudian dari memeknya aku rasakan semakin licin dan semakin besar, tapi denyutannya semakin terasa, aku dibuat terbang rasanya.
Ach rasanya aku sudah mau keluar, sambil terus menggoyang kutanya Tante Mar.
OughhMas …aku keluar lagi..
“Tante.., Aku keluarin dimana Tante..?, di dalam boleh nggak..?”.
“Terrsseerraah..”, desah Tante Mar. Ough.., aku percepat gerakanku, burungku berdenyut keras, terasa menggembung membesar didalam memek Tante Mar ada sesuatu yang akan dimuntahkan oleh Kontolku ini.
Uhghhh, crooottt... croottt...crooot . ada kenikmatan yang sangat luar biasa. Akhirnya spermaku aku muntahkan dalam memek Tante Mar sampai tuntas, dan aku masih tidak berhenti memompa menggerakkan badanku rupanya kali ini Tante Mar menggeliat orgasme kembali, dia gigit dadaku.
Lantas kutarik k0ntolku dari lobang memek yang basah oleh sperma.
“Mas Bayu.., Mas Bayu.., hebat Kamu Mas”.
Kulihat spermaku meleleh keluar dari lobang memek Tante yang masih mengangkang, sperma kental putih itu merembet diselakangan dan menetes kemeja.
Aku kembali kenakan celana dalam serta sarungku. Tante Mar masih tetap telanjang telentang di atas meja.
“Mas Bayu.., kalau mau beli rokok lagi yah.., jam-jam begini saja ya.., nah kalau sudah tutup digedor saja.., tidak apa-apa.., malah kalau tidak digedor Tante jadi marah..”, kata tante menggodaku sambil memainkan puting dan clitorisnya yang masih nampak bengkak.
“Tante ingin Mas Bayu sering bantuin Tante tutup warung”, kata tante sambil tersenyum genit.
Lalu aku pulang.., baru terasa loyo sekali badanku, tapi itu tidak berarti sama sekali dibandingkan kenikmatan yang baru kudapat. Keesokan harinya ketika aku hendak berangkat ke kantor, saat lewat di depan warung Tante Mar, aku di panggil tante.
“Rokoknya sudah habis ya.., ntar malem beli lagi ya..?”, katanya penuh pengharapan, padahal pembeli sedang banyak-banyaknya, tapi mereka tidak tahu apa maksud perkataan Tante Mar tadi, akupun pergi ke kantor dengan sejuta ingatan kejadian kemarin malam.

Leave a Comment