Memperkosa Karyawan Bank Yang Seksi
CeritaPlusPlus757:Memperkosa Karyawan Bank Yang Seksi - Saya terasa malu bercerita narasi dewasa mengenai pemerkosaan ini, betul-betul memalukan lantaran sesungguhnya saya tidak menginginkan cerita ini berlangsung pada sani rekan kantorku. Sani yaitu seseorang gadis 20 tahunan yang bekerja di satu bank negeri di kota Riu. Ia tinggal dirumah kos berbarengan seseorang rekanan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama meskipun pada cabang yang tidak sama. Ia mempunyai badan yang kencang. Berwajah cukup manis dengan bibir yang penuh, yang senantiasa dipoles dengan lipstik warna merah. Sudah pasti sebagai seseorang teller di bank penampilannya mesti senantiasa dijaga. Ia senantiasa tampak manis serta wangi. tersebut awal narasi pemerkosaan itu.
Satu hari di sore hari Sani terperanjat lihat kantornya sudah gelap. Bermakna pintu sudah dikunci oleh Pak Romi serta Ihsan, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC lebih dahulu sebelum saat pulang. Mungkin saja mereka menduga ia telah pulang. Barusan ia bakal menggedor pintu, umumnya beberapa satpam duduk di pintu luar. Ada berita beberapa satpam di kantor bank itu bakal diberhentikan lantaran pengurangan karyawan, Sani terasa kasihan namun tidak dapat berbuat apa-apa. Seingatnya ada lebih kurang 6 orang satpam di sana. Bermakna banyak pula korban PHK kesempatan ini.
“Mau kemana Sani? ”, mendadak seorang memberinya teguran dari kegelapan meja teller.
Sani terperanjat, ada Romi serta Ihsan. Mereka menyeringai.
“Eh Pak, kok telah dikunci? Saya ingin pulang dahulu.. ”, Sani menegur mereka berdua yang mendekatinya.
“Sani, kami akan diberhentikan besok.. ”, Romi berkata.
“Iya Pak, saya juga tidak dapat berbuat apa apa.. ”, Sani menjawab.
Diluar hujan mulai turun.
“Kalau demikian.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak”, mendadak Ihsan yang lebih muda menjawab sembari menatapnya tajam.
“I.., iya.., besok saya belikan kenang-kenangan.. ”, Sani menjawab.
Mendadak ia terasa gugup serta kuatir. Romi mencekal lengan Sani. Sebelumnya Sani tersadar, ke-2 tangannya sudah dicekal ke belakang oleh mereka.
“Aah! Janganlah Pak! ”.
Ihsan menarik blus warna ungu punya Sani. Gadis itu terperanjat serta tersentak saat kancing blusnya berhamburan. “Sekarang saja Sani. Kenang-kenangan untuk seumur hidup! ”.
Romi menyeringai melihat Ihsan merobek kaos dalam katun Sani yang berwarna putih berenda. Sani berupaya meronta. Tetapi tidak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra merah berendanya mencuat keluar.
“Jangannnn! Lepaskannn! ”, Sani berupaya meronta.
Hujan turun dengan derasnya. Ihsan saat ini berupaya menurunkan rok ungu Sani. Ke dua lelaki itu telah lama memerhatikan Sani. Gadis yang mereka ketahui badannya begitu kencang serta montok. Diam-diam mereka kerap mengintipnya saat sani ke kamar mandi. Sekarang ini mereka telah tidak tahan lagi. Sani menendang Ihsan dengan keras.
“Eit, melawan juga si Mbak ini.. ”, Ihsan cuma menyeringai.
Sani di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semuanya perlengkapan di meja itu berhamburan bersih.
“Aahh! Janganlah Pak! Jangannn! ”, Sani mulai menangis saat ia ditelungkupkan diatas meja itu.
Sesaat ke 2 tangannya selalu dicekal Romi, Ihsan saat ini lebih leluasa menurunkan rok ungu Sani. Sepatunya lepas.
Memperkosa Karyawan Bank Yang Seksi
Diperlakukan seperti itu, Sani juga mulai terasa terangsang. Ia bisa rasakan angin dingin menimpa kulit pahanya. Tunjukkan roknya sudah lepas jatuh. Sani lemas. Hal semacam ini menguntungkan ke dua penyiksanya. Dengan mudahnya mereka menanggalkan blus serta rok ungu Sani. Sani kenakan setelan baju dalam berenda warna hitam yang mini serta sexy. Awalilah pemerkosaan itu. Pantat Sani yang kencang mulai ditepuk oleh Romi bertubi-tubi, “Plak! Plak! ”.
Badan Sani memanglah kencang dan menggairahkan. Payudaranya besar serta kencang. Semua badannya pejal kenyal. Dalam kondisi menungging di meja seperti ini ia terlihat begitu menggairahkan. Ihsan menjambak rambut Sani hingga bisa lihat berwajah. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membuat huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.
“Sret! ”, Sani tersentak saat celana dalamnya sudah ditarik sampai robek.
Menyusul branya ditarik dengan begitu kasarnya oleh Ihsan. Sani betul-betul terasa terhina. Ia dilewatkan cuma dengan kenakan stoking sewarna dengan kulitnya. Sesaat penis Romi yang besar serta keras mulai melesak di vaginanya.
“Ouuhh! Adduhh..! ”, Sani mulai merintih.
Seperti anjing, Romi mulai menyodok nyodok Sani dari belakang. Sesaat tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Sani hanya dapat menangis tidak berdaya.
Mendadak Ihsan mengangkat wajahnya Sani, lalu menyodorkan penisnya yang keras juga panjang itu. Memaksa Sani buka mulutnya. Sani memegang pinggir meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sesaat Ihsan memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit ikuti sentakan-sentakan badan mereka. Romi menekan dari belakang, Ihsan menyodok dari depan. Bibir Sani yang penuh itu terbuka lebar-lebar menyimpan kemaluan Ihsan yang selalu keluar masuk di mulutnya. Mendadak Romi mencabut kemaluannya serta menarik Sani.
“Ampuunnn…, hentikan Pak.. ”, Sani menangis tersengal-sengal.
Romi duduk diatas sofa tamu. Lalu dengan dibantu Ihsan, Sani dinaikkan ke pangkuannya, bertemu dengan pahanya yang terbuka.
“Slebb! ”, kemaluan Romi kembali masuk ke vagina Sani yang telah basah.
Sani menggelinjang ngilu, melenguh serta merintih. Romi kembali memeluk Sani sembari memaksa melumat bibirnya. Lalu mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Sani masihlah tersengal-sengal melayani serangan mulut Romi saat dirasakannya suatu hal yang keras serta basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Ihsan mulai memaksa menyodominya.
“Nghhmmm..! Nghh! Jahannaammm…! ”, Sani berupaya meronta, namun tidak berdaya.
Anda Pengin Nonton Bokep Online Gratis
klik Sini : filembokep.net
Romi selalu melumat mulutnya. Sesaat Ihsan memperkosa anusnya. Sani lemas tidak berdaya sesaat ke-2 lubang di badannya disodok bertukaran. Payudaranya diremas dari depan ataupun belakang. Badannya yang basah oleh peluh makin bikin dianya terlihat erotis serta merangsang. Juga rintihannya. Mendadak gerakan ke dua pemerkosanya yang makin cepat serta dalam mendadak berhenti. sani ditelentangkan dengan tergesa lalu Romi menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Sani gelagapan saat Romi mengocok mulutnya lalu mendadak kepala Sani dipegang erat dan…
“Crrrt! Crrrt! ”, cairan sperma Romi muncrat kedalam mulutnya, bertubi-tubi.
Sani terasa bakal muntah. Namun Romi selalu menghimpit hidung Sani sampai ia sangat terpaksa menelan cairan kental itu. Romi selalu memainkan batang kemaluannya di mulut Sani sampai bersih. Sani sampai tersengal sengal berupaya menelan semuanya cairan lengket yang masihlah tersisa di langit-langit mulutnya.
Mendadak Ihsan turut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Sani. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Sani sangat lemah untuk berontak. Ia pasrah sampai kembali cairan sperma isi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Sani menangis sesengggukan. Ihsan menggunakan celana dalam Sani untuk bersihkan bekas spermanya.
“Wah.. bener-bener masa lalu indah, Yuk.. ”, tutur Romi sembari buka pintu belakang.
Selang beberapa saat 3 orang satpam lain masuk.
“Ayo, saat ini giliran kalian! ”, Sani terperanjat lihat ke tiga satpam bertubuh kekar itu.
Ia bakal diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia telah pamit dengan rekan sekamarnya Ita, kalau ia tidak pulang malam ini lantaran mesti ke rumah saudaranya sampai pasti tidak bakal ada yang mencarinya.
Sani ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang telah buka bajunya semasing sampai Sani bisa lihat batang kemaluan mereka yang sudah mengeras.
“Ayo Sani, kulum punyaku! ”, Sani yang cuma kenakan stoking itu dipaksa mengoral mereka bergiliran.
Badannya mendadak di buat dalam kondisi seperti merangkak. Serta suatu hal yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya.
“Akhh…, mmmhhh.., mhhh…”, Sani menangis tidak berdaya.
Sesaat mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.
“Akkkghhh! Isep teruss…!, Ayooo”.
Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang saat cairan spermanya muncrat isi mulut Sani. Gadis itu gelagapan menelannya sampai habis. Kepalanya dipegangi dengan begitu erat. Serta lelaki lain segera menyodokkan batang kemaluannya menukar rekannya. Sani dipaksa menelan sperma semuanya satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi serta memperkosa semuanya lubang di badan Sani bergiliran.
Badan Sani yang montok itu basah berbanjir peluh serta sperma. Stokingnya sudah penuh noda-noda sperma kering. Pada akhirnya Sani ditelentangkan di sofa, lalu beberapa satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di berwajah, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Sani serta mengocoknya di sana, sampai dengan cara bergiliran sperma mereka muncrat di semua muka Sani.
Saat sudah usai Sani telentang serta tersengal-sengal lemas. Badan serta berwajah belepotan cairan sperma, keringat serta air matanya sendiri. Sani pingsan. Namun beberapa satpam itu nyatanya belum senang.
“Belum pagi nih”, tutur salah seseorang dari satpam itu.
“Iya, saya masihlah belum puas…”.
Pada akhirnya nampak inspirasi mereka yang lain.
Badan telanjang Sani diikat erat. Lalu mereka membawanya ke belakang kantornya. Sisi belakang bank itu memanglah masihlah sepi serta banyak semak belukar. Sani yang masih tetap dalam kondisi lemas ditempatkan demikian saja di satu pondok tua tempat beberapa pemuda berkumpul waktu malam. Hujan sudah berhenti namun hawa masihlah demikian dinginnya. Mulut Sani disumpal dengan celana dalamnya. Saat malam makin larut baru Sani tersadar. Ia tersentak mengerti badannya masih tetap dalam kondisi telanjang bulat serta terikat tidak berdaya. Ia betul-betul terasa dilecehkan lantaran stokingnya masihlah terpasang.
kalian Juga Bisa Download Film Bokep Gratis Tanpa Bayar
Disini Linknya: download.filembokep.net
Mendadak saja terdengar nada sebagian lelaki. Serta mereka terperanjat saat masuk.
“Wah! Ada hadiah nih! ”, aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.
Sani berupaya meronta saat mereka mulai menggerayangi badan sintal telanjangnya. Namun ia tidak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka selekasnya menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Badan Sani mulai dijadikan bulan-bulanan. Sani cuma dapat menangis pasrah serta merintih tertahan.
Ia ditunggingkan diatas lantai bambu lalu beberapa lelaki itu bergiliran memperkosanya. Semuanya lubang di badannya dengan cara bergiliran serta berbarengan disodok-sodok dengan begitu kasar. Kembali Sani bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada serta berwajah. Setiap saat bakal pingsan, seorang bakal menampar berwajah sampai ia kembali tersadar.
“Ini kan teller di bank depan? ”
Mereka tertawa-tawa sembari selalu memperkosa Sani dengan beragam posisi. Sani yang masihlah terikat serta terbungkam cuma bisa pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih serta merah kekuningan mengalir dari lubang pantat serta vaginanya yang sudah memerah akibat dipaksa terima.
demikian banyak batang penis. Saat seorang tengah repot menyodominya, Sani tidak tahan lagi serta pada akhirnya pingsan. Tak tahu telah berapakah kali beberapa pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke semua badan Sani sebelumnya pada akhirnya meninggalkannya demikian saja sesudah mereka senang.
Seperti tersebut narasi dewasa dari Sani yang begitu malam, hingga sekarang ini trauma mendalam dihadapi oleh Sani, serta dia begitu sedih dengan perkosaan itu

Leave a Comment