Cerita PlusPlus757 Vira Janda Beranak Satu
CeritaPlusPlus757:Vira Janda Beranak Satu - Kami berkenalan di Fecebook, mulai sering berkirim pesan disitu. Di situ pula aku mengetahui kalau dia ternyata janda beranak satu. Suaminya lari kepelukan wanita lain. Ia ditinggal pergi sama suaminya pada saat hamil 2 bulan. Dan semenjak saat itu lah tak ada laki-laki yg bersemayam dihatinya.
Setelah hampir sebulan kami berkenalan, kami pun sepakat untuk ketemuan di rumah makan di Jakarta Selatan. Ia membawa putrinya yang berumur enam tahun untuk diperkenalkannya sama aku. Dan setelah pertemuan itu kami pun cuma bisa berkomunikasi lewat sms atau telpon karena jarak kami berjauhan. Ia di Cireundeu sedangkan aku di Cilegon.
Ia banyak bercerita tentang kehidupannya padaku, dan aku pun berusaha untuk membantunya dengan memberi ia nasehat atau pun masukan yang lainya.
Dan pada akhirnya ia menanyakan hal yang membuatku sangat kaget.
“Mas’…aku mau tanya apakah pernah ada dipikiran Mas’ untuk memaduku, menjadikan aku istri kedua? Aku siap, aku rela dan aku ikhlas, aku merasa bagitu bahagia di samping Mas’..” pertanyaan itu begitu membuatku tidak bisa berkata-kata.
Aku pun beralasan kalau ini tidak bisa dibicarakan lewat telpon, lalu kami pun sepakat untuk bertemu di Bandung dan kebetulan aku ada meeting di Bandung, dia pun ada urusan mengurus ijazah di bandung.
Semenjak pembicaraan itu, saat kami sedang telpon-telponan aku pun selalu menggodanya tentang rencana pertemuan kami nanti di Bandung.
“Kalau kita berdua menginap di hotel dengan satu kamar terus nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan gimana…gak apa-apa kan…Kamukan tau aku udah gak bercinta sama istriku cukup lama…” ucapku menggodanya,
“Jangan donk Mas’, tolong jaga aku, jangan menggoda ku gitu donk, aku gak kuat Mas’, udah sekian lama aku gak di sentuh laki laki, ku mohon ya mas… ya Mas’…” pintanya memelas,
“Kita lihat nanti ya…” jawabku lagi.
Seminggu kemudian kami pun bertemu di sebuah Mall di pusat Jakarta, dan membeli perbekalan untuk di bawa diperjalanan dan kami langsung cabut ke Bandung.
Diperjalanan menuju Bandung aku merasa bahagia sekali karena vira begitu memanjakan aku, melayani kebutuhanku, mulai dari mengambilkan cemilan dan menyuapiku, menghidupkan korek untuk rokokku, sampai memijit tanganku yg pegal, semua dilakukannya dengan tulus dan mesra yang membuat hasratku untuk menciumnya, tapi aku takut untuk bertindak yg aneh-aneh, karena aku sangat menghormati dan menyayangi dia, pikiran ngeresku karena sentuhannya hanya tinggal angan-angan saja.
Vira Janda Beranak Satu
Tapi ada hal yang aneh ketika aku melihat wajah vira, seperti ada kemuraman dibalik senyum tawanya itu.
Sesampainya di kota Bandung, kami pun langsung mencari Hotel yang tenang, yang jauh dari keramaian.
“Dua tempat tidur ya Mas’ ” tanyanya ke padaku,
“Emangnya kenapa harus dua tempat tidur?” aku berbalik tanya padanya,
“Aku takut nantinya akan terjadi hal-hal…” jawabnya tidak kuteruskan,
“Iya tenang saja..” jawabku menenangkannya.
Tapi begitu tibanya di resepsionis aku minta kepada petugasnya dengan satu bad besar (he he he he)
“Kok bad besar terus aku nanti tidur dimana mas?” tanya vira ketika sampai dikamar,
“udah barengan aja, kalo nggak aku yg di bawah deh” bentak ku dengan lembut menghilangkan kecurigaannya..
Tidak lama kemudian aku mandi dan keluar langgsung memakai pakaian lengkap, takut dia curiga. Dan ketika dia mandi pun begitu, hanya saja pada saat dia selesai mandi tiba-tiba dia menerobos dari balik pintu kamar mandi.
“Mas, tolong ambilkan tasku dong di meja samping tempat tidur itu” ketika aku mengambilkannya, nampak bentuk banyangan tubuhnya dari pantulan kaca di dalam kamar mandi.
“Ya ampun tubuhnya begitu seksi sekali, walaupun dilihat dari pantulan kaca”
Setelah selesai berbenah, aku mencoba menyibukkan dariku dengan kegiatanku menyiapkan laporan untuk meeting besok, sedangkan vira mengunjungi kawan-kawanya untuk tegur sapa. Sayangnya selama aku bekerja, tidak satupun laporan yang aku hasilkan, sejak tadi pikiranku melayang-layang ke banyangan kaca tadi, dan itu pula yang membuat kemaluanku meronta-ronta. Berkali-kali aku mencoba menghilangkannya pikiran ku tentang hal itu, tapi hilang sudah akal sehatku.
Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.
“Mas, vira sudah pulang” pintu kamar pun aku buka dan langsung saja aku peluk dia..
“Ada apa ini Mas, kok gini”
“Nggak papa”jawabku
“Kangen aja” - CeritaPlusPlus757 -
Setelah beristirahat dengan alasan lelah ngerjain laporan buat besok,
“Aku pijitin ya Mas..” dan langsung saja tangan vira memijit bahuku, rasa nyaman dan hangat menjalar di sekujur tubuhku, aku bingung, kenapa perasaan santai ini tidak membuat kemaluanku tenang, malah makin menjadi-jadi.
“Vira, sana gih kamu ganti baju dulu, kan abis keluar, kotor” kataku, kemudian Vira melangkah ke kamar mandi dengan pakaian tidur di tangannya, “Jangan ganti di kamar mandi, basah nanti celana jeansnya vira, aku balik kanan deh, vira ganti di kamar aja” kataku sambil membalikkan tubuh menghilangkan keraguan hati vira.
Sejurus kemudian vira sudah berada di sampingku dengan daster rendah dan juga lengkap BH dan celana dalam.
“Ooogghhh” kataku sambilo menikmati sentuhan lembut vira, dan tidak sengaja dada vira yang montok itu menyentuh punggungku.
Karena tidak tertahankan, aku membalikan tubuhku dan langsung memeluk vira, nafas vira yang tercekat dan kata-kata yang tidak mampu keluar dari mulutnya karena aku mencium vira dengan ganasanya, tidak lama kemudian vira pun akhirnya membalas ciumanku, dan posisi vira pun di atas menghimpitku.
Tidak terasa dada vira sudah mulai mengeras dan semakin menyentuh dadaku, tanganku pun merayap menyusup kebalik dasternya untuk menyentuh toketnya yg semakin lama semakin keras itu.
“Arghh…” terpekik pelan dan mencoba menghindar dari sentuhanku namun tidak kuasa karena kami berdua semakin menikmati pemanasan ini.
Aku pun mencoba membuka kancing BH nya dengan satu tangan dan berhasil, dia pun melotot tidak mampu menolak karena sejurus kemudian mulutku sudah mencium toket vira yang montok itu. Ya ampun sudah beranak satu, tapi masih kenyal juga toketnya
“Emmhhpphh.. ogghhh…sshhhhh” Semakin meracau mulutnya karena sentuhan bibirku di toketnya semakin menambah hasrat vira, aku pun berganti posisi yang menindihnya.
Secara perlahan aku mengambil kesempatan untuk melepas celanaku dan langsung membuka paha mulus vira. Sengaja kusentuhkan kemaluanku ke permukaan CDnya vira yang tipis, aku berharap bisa menambah sensasi untuknya, tanpa terburu-buru membuka CDnya vira, takut dia kaget dan membuyarkan konsentrasinya, pinggulku sengaja aku goyangkan agar kemaluanku menyentuh permukaan kemaluannya vira, dan beberapa menit kemudian, terasa di ujung kemaluanku ada sesuatu yang basah dan aku tau kalau vira makin terangsang dan mulai mengeluarkan lendir kenikmatanya dan secara tidak langsung menyatakan “siap”, aku perlahan turun sambil menciumi perut dan paha bagian dalamnya, vira pun makin mendesah dan menyentuh kepalaku mengisyaratkan untuk cepat menyentuh bibir kemaluanya yang makin basah itu oleh lendir kenikmatan.
Ketika sampai di antara ke dua pahanya, aku pun berusaha semakin memperlebar bukaan pahanya agar aku bisa leluarsa menciumi kemaluanya yang harum khas, “ternyata vira tetap menjaga kemaluanya dengan baik,” kataku dalma hati.
Setelah kujilati dengan lembut, semakin lama semakin banyak lendir kenikmatanya keluar dari lubang kemaluanya, makin bersemangat aku, dan vira pun mulai menglinjang-glinjang tubuhnya karena tidak tahan menerima permainan lidahku di sekitar kemaluanya dan ketika klit nya kusentuh,
“Oggghhhh emmmpphhh ampunn Mas” jeritnya, sambil tanganya menekan kepalaku agar semakin terbenam di antara selangkanganya.
“Aaaacchhh Mas, udah Mas, Aku nggak tahan…, ampunnn mas.. jangan siksa aku ku mohon…”
“Oogrrrhhh Mas, ampunnnn, ku mohon masss jangan siksa akuuhhh….” vira pun mengejang beberapa menit, selagi vira semakin mengejang, akupun semakin kuat menyiumi dan menghisap klitnya karena aku tau, kalau vira hampir orgasme.
Sekali hentakan keras keatas, tiba-tiba punggungku terasa perih karena kuku vira mencengkram kuat di punggungku dan tubuh vira mengejang kuat, dan vira pun melemah tidak berdaya. Raut wajah vira pasrah dengan apa yg sedang aku lakukan, nafas vira pun terengah-engah menahan birahi yg sedang bergejolak bersamaan dengan orgasme yg sedang vira alami.
Dia sela kepsrahanya itu..
“Mas, terima kasih ya, belum pernah aku merasakan kenikmatan seperti ini…” sambila meneteskan air mata kebahagian dan kepuasan yg terpancar diwajahnya.
Anda Pengin Nonton Bokep Online Gratis
klik Sini : filembokep.net
Dengan pelan aku merangkak di sampingnya sambil menahan hasratku, kalau aku langsung ngentot dia, pasti akan kaget, aku tidak ingin dia jadi berpikiran macam-macam. Ku peluk mesra vira, dan vira pun bersandar di dadaku. Sambil beristirahat kucoba sentuh toketnya yang masih keras dan padat,
“Mas belum keluar ya, vira harus bagaimana ya…” katanya vira
“Nyantai aja, yang penting vira nyaman…”
“Tapi ku mohon jangan dimasukin ya…”
Tak lama kemudian akupun mulai bergerilya dgn menciumi bibirnya dan turun kelehernya vira.
“Eemmmhhhh” desahnya, akupun turun ke toketnya yang mulai mengeras lagi, tidak berapa lama aku coba menyentuh lubang kemaluanya, ternyata sdh basah lagi dengan lendir kenikmatanya, sambil mencium toketnya aku rebahkan vira dan kukangkangkan kedua kakinya sehingga posisi misionaris kudapatkan, ketika batang kemaluanku menyentuh pelan lubang kemaluanya,
“Emmmhhhh….” kembali terdengar desahnya vira dan pelukanya semakin kuat, aku coba menggoyangkan pantatku agar batang kemaluanku menyentuh lubang kemaluan vira,
“Ooogghhhh… Mas, nikmat Mas, aku nggak tahan Mas, jangan siksa aku lagi dengan rasa ini, ku mohon…” perlahan kepala kemaluanku kutusukkan ke dlm lubang kemaluan Ayu, mata Ayu pun merem melek, tanganya menahan tubuhku tanda supaya tidak memasukkan batang kemaluanku ke lubang kemaluannya vira
“Sakit Mas pelan-pelan Mas…. sakit sekali… Ogghh, Masss…”
Aku pun terpaksa menahan setengah batangku, agar masuknya tidak terlalu terburu-buru dan membuat vira sakit. Aku pun memaju mundurkan batangku untuk beberapa menit agar lubang kemaluan vira merasa terbiasa lagi, akupun ikut menikmatinya.
Setelah beberapa menit, vira pun mulai merasa nyaman dan menikmati keluar masuknya batang kemaluanku, akupun menusukkan semakin dalam batang kemaluanku di lubang kemaluan vira, vira pun melotot kaget,
“Mas ku mohon… pelan-pelan saja ya, aku merasa kepenuhan..” kata vira.
Akupun harus bersabar kembali menarik ulur batang kemaluanku kira-kira tiga perempatnya, setelah beberapa menit, diapun mulai mengejangkan tubuhnya dan..
“Ooogghhhh Massss… aku nggak tahan lagi, aku pengen keluar Mass….. ku mohon jangan bikin aku nggak tahan…..” Rintihnya sambil memperkuat pelukanya di tubuhku, dan diapun mengelinjang-glinjang nggak karuan, tiba-tiba kakinya di silangkan kepunggungku, dan serta merta masuklah seluruh batang kemaluanku di dalam lubang kemaluanya.
“Ooogghhh Mas, Ampun Mas aku nggak tahan… ku mohon mas.”
Saat itupun aku merasakan kembali orgasme vira yang kesekian kalinya dan aku pun mempercepat tusukkanku, Vira pun mengglepar-glepar menahan kenikmatan ini, batang kemaluanku pun terasa sekali diremas-remas oleh lubang kemaluan vira, setelah beberapa menit, vira pun akhirnya terkulai lemas, hanya racauan-racauan mulutnya tanda kenikmatan saja yang ada, aku pun bertambah semangat menusuknya.
Tiba-tiba ada cengkraman kuat lagi di lubang kemaluannya vira yang kurasakan ketika kulihat keselangkangan vira, tarikan pinggangku membuat bibir kemaluan vira tertarik dan menimbulkan sensasi yang membuat aku tidak dapat menahan pejuhku yang mulai ingin menyembur, nadiku terasa berdenyut kencang membuat vira terpacu lagi untuk orgasme, Virapun mengoceh tidak karuan sampai pada menit berikutnya kakinya kembali merangkul pinggangku, dan
“Masss, aku keluar lagi mas… terussss… oogghhhh…” bersamaan dengan itu nyembur pula pejuhku, untuk beberapa kali semburan yang kerasa dan langsung membasahi lubang kemaluan vira, akupun merasa seluruh tenagaku dan oto ku di hisap kedalam lubang kemaluannya vira, dan setelah itu aku biarkan batang kemaluanku terbenam tenang di dalam lubang kemaluan vira dan kami berduapun berpelukkan.
“Ssshhhhhh…” Racauan vira karena merasakan denyutan nadi batang kemaluanku di dalam lubang kemaluanya.
Untuk sekian lama masih ku diamkan batang kemaluanku terbenam di dalam lubang kemaluannya yang masih hangat, terasa olehku lelehan pejuhku bercampur dengan lendir kenikmatan vira yang keluar dari lubang kemaluan vira.
“Mas… kenapa kita begini ya, vira malu” ucapnya, dan tidak lama kemudian kami berdua tertidur pulas.
Pada saat menjelang pagi hari, dinginya udara bandung merayapi tubuh kami yang tanpa selimut, akupun bergeser untuk memeluk vira, sekejap ia bangun untuk mendapatkan tubuhnya di pelukanku, tanpa sengaja, batang kemaluanku terbangun lagi karena tersentuh belaian lembut tangan vira.
“Oogghhhh…” Lirihku, dan seakan virapun mengerti dan semakin menyentuh lembut batang kemaluanku entah beberapa lama, tiba-tiba vira melepaskan sentuhan tangannya karena bersiap dengan kembali bangunya batang kemaluanku.
“Mas… kok membesar lagi”
“Vira sich, jadi bangun lagi deh” ucapku
“Mas…. nanti lagi ya, Masih terasa perih nih, maaf udah lama tidak terbiasa lagi”
“Iya nggak papa vira, kapan-kapan juga boleh” jawabku dengan merajuk, Vira pun tersenyum sambil menyubit mesra lenganku.
Kucium mesra bibirnya dan terus ku menjelajahi ke sekitaran leher,
“Aku sayang vira” bisikku sambil menyium telinga dan sekitarnya.
“Emmmpphhh…” kembali vira mendesah.
Ciumanku kulanjutkan turun ke toket montoknya dan sesekali menghisap-hisap puting toketnya, lagi-lagi “sshhhhhh… keluar dari mulut vira karena menahan sensasi dan rangsangan yang menjalar di sekujur tubuhnya karena kucium dan kuhisap puting toketnya, dengan mengocehnya vira yang semakin tidak terkontrol, menandakan vira mulai terangsang hebat, dengan tidak malu-malu lagi, vira mulai menyentuh lembut batang kemaluanku dan kali ini sampai pada kantong zakarku.
“Oooggghhh…” desahku
Begitu lembut sentuhan tanganya sehingga makin menaikkan gejolak nafsuku yang sudah tidak tertahankan, aku pun langsung bergeser kemabli ke selangkangannya vira untuk menyiumi dan menjilati bibir kemaluan yang mulai mengeluarkan lendir yang semakin banyak, ketika aku mulai menyentuh klitnya dengan hidungku dan lubang kemaluanya kemainkan dengan ujung lidahku,
kalian Juga Bisa Download Film Bokep Gratis Tanpa Bayar
Disini Linknya: download.filembokep.net
“Oooggrrrhhhh, ampun masss… vira sudah nggak kuatttt, ku mohon mass… jangan lama-lama…”
Vira pun semkain menjepitkan kedua pahanya dan tanganya semakin kuat menekan kepalaku,
“Ooogghhh…. Aaahhhhhhh.. Masss, aku keluar …” bersamaan dengan itu kemaluan vira banjir lendir kenikmatan yang keluar bersamaan dengan orgasmenya, akupun terus menjilati dan menghisap lendir itu sampai bersih.
Setelah kejangan tubuhnya mereda, pahanya mulai mengendur, kesempatan ini aku gunakan untuk menempelkan batang kemaluan ke bibir kemaluannya vira, aku takut kalau aku paksa masuk, vira akan kesakitan,
“Mass, pelan aja ya…” pinta vira memelas, akupun kembali menyentuhkan batang kemaluanku ke lubang kemaluan vira.
Ketika vira sudah mulai tenang dengan perlahan aku menusukkan setengah batang kemaluanku ke lubang kemaluannya yang sudah basah becek dan menggoyangkan pinggulku,
“Ooogghhhh… emmpphhh… kembali vira mengoceh keenakkan, semakin lama ocehannya semakin keras dan badanya mulai mengejang.
“Ooouugghhhh, oogghhhh, ampun Mass…” Gadis itu menjerit, karena tiba-tiba dengan sekali hentakan kencang, aku menusukkan batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluannya, vira pun berpegangan di tubuhku dengan kuat sambil menahan tusukkan-tusukkan yang semakin kuat kulancarkan, dalam sekian lama penerobosanku, entah beberapa kali vira orgasme, lemah, tidak berdaya menahan kebuasanku karena sejak tadi sore aku tahan.
Setelah bosan dengan posisi misionaris,
Kenapa berhanti Mas, aku tanggung” pinta vira,
“Kita coba dari belakang yuk”, vira pun kembali pasrah merubah posisi membelakangiku dan langsung kutusukkan batang kemaluanku
“Oogghh… ahhhh… ahhhh, Mas, aku nggak tahan,” sambil mengoyang-goyangkan pinggulnya menahan nikmat, membuat batang kemaluanku membengkak membesar, rasa ingin menyemburkan lahar panas yang siap meledak,
“Oogghhh Yu, aku keluar yaa… oohhhh,”
“Bareng Mass… ogghhhh…” pada saat kedutan di lubang kemaluannya makin kuat menjepit,
Creettt… Creettt… Creettt entah berapa kali, nyemburlah lahar panas itu di dalam lubang kemaluannya vira,
“Oooouugghhhh… Maaaasssssss… Akuuhhh…” Jeritnya, vira pun mengejang kuat dan makin menjepit batang kemaluanku dan tidak sempat ia ucapkan, untuk yang kesekian kalinya vira mengalami orgame…..
Kami berdua pun akhirnya ambruk lemas dengan posisi tertelungkup
Pagi harinya kami berdua mandi bersama dan saling membersihkan sisa-sisa semalam, setelah itu, tanpa ku minta, vira dengan sigapnya menyiapkan pakain kerjaku dan kitapun siap berangkat.
Tampak tabir ceria yang di pancarkan dari wajahnya vira, senyum mengambang, ohh inikah namanya kebahagiaan, hadiah dari hubungan kasih sayang yang kami wujudkan tadi malam…?
Setelah sekian lama aku dan vira belum pernah lagi menikmati indahnya sentuhan dalam sebuah aktifitas yang membawa perasaan kita melayang jauh…

Leave a Comment