Hilang Kesucianku Dibulan Suci
CeritaPlusPlus757, Sebelumnya kisah sex Plus-plus yang pernah saya publikasikan adalah Cerita Porno Terbaru Goyangan Tanteku Tidak Terlupakan.
Kisah sex Plus-plus nyata ini menceritakan tentang sialnya seorang gadis yang cantik juga masih perawan. Elvin yang malam itu diantar oleh pria yang tak dikenal, didalam warung tenda dia diperkosa oleh seorang pria jalanan. Ingin Tahu kelanjutanya?? langsung saja simak cerita di bawah ini!
Aku seorang gadis yang sedang tumbuh menjadi wanita remaja. Namaku Elvin usiaku 17 tahun, aku memiliki paras yang bagitu cantik namun agak sedikit gemuk. Orang bilang tubuhku semok atau berisi, diantara gadis seusiaku memang aku tumbuh dengan subur sekali. Payudara yang lain dari anak seumuranku, ukuran payudaraku udah seperti orang dewasa.
BH ku aja ukuran 34 B, bisa kalian dibayangkan betapa montoknya diriku ini. Aku perawan yang sedang tumbuh mekar diusiaku yang masih 17 tahun ini. Banyak teman pria yang mendekati aku, tapi aku mengganggap semuanya hanya teman. Orangtuaku sendiri melarang aku untuk berpacaran sebelum lulus SMA, mereka menginginkan aku menjadi anak yang sukses.
Orangtuaku bersikap seperti itu karena mereka tidak mau aku terjebak ke dalam pergaulan bebas. Orangtuaku yang bekerja di kantoran, setiap hari selalu memantau perkembangan diriku. Aku memiliki seorang kakak laki-laki yang sudah mempunyai keluarga sendiri. Dan aku pun seperti anak tunggal di dalam rumah karena kakak ku sudah punya rumah sendiri.
Sangat-sangat ketat orangtuaku dalam menjaga diriku dan yang jelas mereka sangat bawel. Setiap harinya selalu ada saja yang mereka khawatirkan dari diriku ini. Padahal di sekolah pergaulanku begitu bebas. Namun pergaulanku pada saat ini masih dalam batas normal. Ya sering bohong dengan orangtua ku misalnya dengan alasan kerja kelompok tapi aku main dengan temanku.
Mainnya sih masih dalam batas normal saja, tidak ada yang aneh-aneh. Orangtuaku pergi pagi pulangnya sore hari, di kala sore hari aku harus sudah berada dirumah. Jika aku tidak di rumah pada sore hari mereka pasti akan marah dan pastinya selalu saja menghubungi temanku. Sejauh ini orangtuaku selalu saja menuruti apa yang aku inginkan.
Hilang Kesucianku Dibulan Suci
Apalagi aku orangnya penurut, jadi semua yang aku minta pasti akan di beri orangtua ku. Pernah sekali aku mengajak teman priaku pulang ke rumah. Saat itu juga ibukku langsung memberikan pengertian kepadaku bahwa aku belum pantas pacaran. Padahal aku hanya sebatas teman saja, itu yang tidak aku suka, bikin malu dihadapan temanku.
Kadang juga temanku menghindar dariku, ya itu alasannya orangtuaku selalu saja ingin tahu keadaanku aktivitasku secara berlebihan. Ya aku senang dengan perhatian mereka karena aku yakin mereka menginginkan aku menjadi anak yang baik. Pada bulan Ramadhan ini banyak kegiatan yang diadakan dari pihak sekolahku.
Ngabuburit buka bersama sampai sholat tarawih bareng. Orangtuaku tidak mengijinkan aku mengikuti kegiatan itu. Padahal itu kegiatan wajib yang harus diikuti semua siswa muslim. Sampai wali kelasku menelepon bapakku supaya aku bisa mengikuti kegiatan seperti teman-temanku itu.
Pada akhirnya kedua orangtuaku mengijinkan aku mengikuti kegiatan itu. Kegiatan itu dilaksanakan setiap hari jumat dan hari sabtu. Pada waktu itu hari jumat jadwal kegiatannya ngabuburit dan buka bersama. Aku datang lebih awal biar bisa canda gurau dengan teman-temanku. Dan membantu temanku Aliza yang menjual tajil di sekolah.
Kegiatannya seru banget sayang deh kalau tidak aku ikuti, untung aja orangtuaku mengijinkan. Waktu itu kegiatan sampai dengan jam 7 malam. Jam segitu kan waktu tarawih nggak mungkin banget bapak jemput aku tepat waktu. Sekolah semakin sepi temanku udah pada pulang. Aku takut kalau harus menunggu di sekolah sendirian.
Pada saat itu aku dan kedua temanku menunggu di warung samping sekolah. Disitu banyak pria seumuran aku yang sedang nongkrong. Main petasan dan mengganggu orang yang sedang lewat. Aku dan temanku memberanikan diri untuk duduk di warung sambil memesan es teh. Pada saat itu aku digoda,
“ wah cantik kali neng…, ” gurau anak pria itu.
“ anak mana sih kamu neng? Aku anterin pulang ya? boleh!…, ” goda mereka lagi.
Saat itu aku tidak menjawab godaan mereka, aku hanya diam saja,
“ cantik-cantik kok diem aja sih, bisu kali ya kamu ya neng…, ” ucap salah satu dari mereka nampak kesal.
Aku dan juga temanku tidak menghiraukan apa kata mereka. Aku biarkan saja mereka, aku mengobrol asyik sambil minum es tanpa menjawab pertanyaan pria-pria nakal itu. Pemilik warung pun ikut membentak para pria itu sehingga mereka pergi dari situ. Rasanya lega sekali mereka udah pada bubar, aku takut mereka rese sama aku.
Anda Pengin Nonton Bokep Online Gratis
klik Sini : filembokep.net
Tidak lama kemudian bapak datang menjemput aku dan temanku Sari nebeng aku. Aku enggan bercerita jika aku tadi digodain pria-pria rese. Kalau aku bercerita besok pasti nggak dibolehin lagi ikut kegiatan sekolah. Sesampainya di rumah aku langsung tidur karena capek sekali. Waktu cepat berlalu hari sabtu libur sekolah namun sorenya ada kegiatan tarawih bareng.
Seperti biasa bapak mengantar dan menjemput aku. Kegiatan sore itu menghadirkan band religi pemain bandnya cowok-cowok maco semua. Mataku langsung terbuka lebar ketika band itu memainkan music. Aku bersorak sorai layaknya anak muda jaman sekarang kalau melihat cowok ganteng tidak bisa diem. Kegiatan tarawih berjalan sangat lancar hingga sampai pukul 8 malam.
Bapak menelpon aku jika tidak bisa jemputku karena bapak ada tamu di rumah. Bapak menyuruhku untuk naik taxi terpaksa deh aku pulang sendiri. Tiba-tiba pas aku di depan sekolah ada orang yang nyamperin aku,
“ hay cewek sendirian aja yah???, ”kata seorang cowok.
“ iya mas lagi nunggu taxi datang nih…, ” jawabku.
“ kamu Elvin ya? Aku Malvin rumahku satu kompleks sama kamu.., ” ucapnya memperkenalkan diri.
“ Iya Mas aku Elvin… ohh satu komplek sama aku ya, Maaf saya tidak begitu paham, hhe… ”
“ pulang bareng aku aja mbak jam segini susah hlo cari taxi…, ”
“ ah nggak mas aku nunggu taxi aja.., ”
Sekitar 20 menit taxi tidak kunjung juga datang aku udah sangat resah gelisah karena malam itu semakin sepi. Pria itu terlihat lugu juga sopan tapi aku sama sekali tidak mengenalinya. Anehnya aku tidak pernah bertemu pria itu, aku jadi berprasangka buruk kepadanya.
Tiba-tiba saja saat itu petir menyambar dengan sangat keras, aku takut keburu hujan. Malvin terus membujukku agar aku pulang dengannya. Terpaksa aku nebeng dia, karena taxi lama sekali tidak kunjung datang, aku takut keburu hujan. Pada akhirnya aku naik motor maticnya Malvin dan dia akupun diapun mengantarku pulang.
Ketika kami sedang berjalan kira-kira 3 km, tiba-tiba saja hujan turun sangat deras. Melihat cuacanya yang seperti itu dengan sangat terpaksa kami pun berteduh di depan warung makan yang sudah tutup yang letaknya diemperan jalan. Huja turun begitu deras dan malam itu terasa sangat mencekam. Hujan lebat, jalanan sepi, hanya satu dua motor yang melintas.
Aku takut sekali dengan pria yang baru saja aku kenal. Ketika itu wajahku bagitu gelisah, di warung tenda itu kami berteduh. Aku duduk di kursi berdampingan dengan Malvin. Malvin terus berusaha mengajak aku ngobrol sampai aku lupa waktu. Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang, aku takut sekali. Secara spontan aku langsung memeluk Malvin, aku melakukannya dengan keadaan tidak sadar ketika itu.
Tanpa rasa cangggung Malvin membalas pelukanku dengan memeluk erat aku. Setelah aku tersadar, aku berusaha melepaskan pelukan itu. Namun saat itu Malvin tidak mau melepaskan pelukanya, dia malah mendekap aku semakin erat. Jantungku berdegup sangat kencang dan rasa takutku bertambah. Melihat aku yang ketakutan Malvin berkata,
“ kamu tenang aja Elvin, kamu nggak usah taku sama aku, malam ini aku akan kasih kamu kehangatan, ” ucapnya dengan muka mesum.
“ apa maksud kamu, cept lepaskan aku Mas, tolong jangan macam-macam sama aku, ” ucapku memperingatkanya.
“ Sudah kamu tidak usah menolak, aku baik-baik loh mintanya, apa perlu harus aku paksa kamu biar mau ??, ” ucapnya halus namun mengncam.
“ tolong jangan mas, jn apa-apakan aku…., ” ucapku ketakutan.
Tanpa bicara lagi saat itu Malvin langsung saja mencium bibirku dengan ganas. Diemperan jalan tepatnya di warung bertenda biru dia mencoba melumat bibirku dengan penuh gairah sex. Aku takut sekali dengan pria itu, mukanya terlihat polos namun sifat aslinya dia sangat kejam dan mesum. Dia mencium dengan kasar bibirku, serasa saat itu aku dikuasai sepenuhnya oleh Malvin.
Dia membuka jaketnya setelah itu dia memaksa aku membuka bajuku,
“ jangan mas ini di jalan mas, tidak baik mas tolong jangan perkosa aku mas, ” ucapku memohon.
“ banyk bicara kamu yah, sepertinya kamu ingin aku paksa lebih kasar lagi ya?, ” kata Malvin dengan wajah menyeramkan.
Saat itu akhirnya dia membuka bajuku dengan kasar. Aku yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menangis. Dia sungguh sudah kesetanan, bahkan dia menampar pipiku dengan kerasnya,
“ pppllaaaakkk…. bisa diem nggak kamu !!!!!, ” ancamnya.
“ aaawww… sakit mas, iy aku diam Mas, tolong jangan sakitin aku, huhhuhu…., ” jawabku sembari menangis ketakutan.
Saat itu aku ahkirnya terpaksa harus menuruti kata dia. Bajuku dan BH ku yang sudah terbuka terpapar jelas dimatanya. Begitu dia melihat payudaraku yang besar, dia semakin ganas, nampak wajahnya yang horny sekali. Sangat meyeramkan deh pokokny si Malvin. Saat itu mataku terpejam karena takut melihat tatapannya. Dia meremas-remas payudaraku degan keras.
Sembari meremas dengan ksarnya, bibirnya saat itu masih saja menciumiiku. Dia meremasiku dengan kasar dan keras. Lama-lama karena Malvin melakukan hal itu, secara spontan akupun mulai merasakan kenikmatan. Apa mungkin gairah seksku juga muncul ketika dia terus meremas-remas payudaraku dan mencimiku,
“ euhhhh… Sssshhh… aaaakkkhhh…mas…… Ouhhh…., ” bibirku mulai mendesah.
“ hahaha… nikmat kan, coba dari tadi kamu nurut, pasti aku nggak bakal maksa-maksa gini, ” ucap Malvin nampak girang.
Saat itu akhirnya aku terdiam tanpa perlawanan. Aku hanya menikmati perlakun mesum Malvin padaku seiring turunnya hujan yang semakin deras. Rasanya udara dingin menusuk tulangku, aku tidak tahan dengan dinginnya malam. Apalagi pada saat itu aku tidak memakai baju dan Braku. Mulut pria itu turun ke bawah menciumi payudaraku.
Gairah nafsunya sangat tinggi teliht dari wajahnya, payudara besarku itu terlihat jelas menggantung dengan kencangnya. Dia semakin bersemangat menciumi payudaraku. Tangannya memutar-mutar putting susuku dengan perlahan,
“ ssssshhhh… aaaahhhhhh… aaaahhhhh… ouhhhhh masss…….., ” desh nikmatku.
Putinggku dikulum sesekali dia menyedot putingku dengan keras,
“ Geli mas…. aaakkhhh… lagi mas……ooohh…., ” desahku lagi.
Rasa ketakutan dan kegelisahan yang aku rasakan tadi, malam itu seakan hilang dengan datangnya nafsu birahiku. Dia mengkulum puting payudarku secara bergantian kanan kiri. Di kursi kayu itu aku dibuat melayang dengan Malvin. Hujan angin sudah tidak jadi penghalang malam itu bagi kami untuk bercinta. Yang ada semakin hujan membuat nafsu kami semakin memebara saja.
Dikegelapan malam itu aku melakukan hal yang belum aku lakukan sebelumnya. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu. Menikmati belaian demi belaian yang Malvin lakukan pada tubuhku memang sangat nikmat, dia menyentuh di bagian-bagian sensitive pada tubuhku. Payudaraku yang besar itu membuat Malvin gemas dan puas. Dia terus saja memainkan jemarinya pada paydaraku.
kalian Juga Bisa Download Film Bokep Gratis Tanpa Bayar
Disini Linknya: download.filembokep.net
Di warung tenda biru itu ada sebuah meja yang cukup besar. Malvin menciumku sambil berdiri dan aku ditidurkan dimeja kayu itu. Kala itu aku memakai rok panjang, Malvin membuka rokku dari bawah dia buka hingga aku tidak berbusana. Bibirnya yang tadi mengulum payudaraku kini turun ke bawah hingga ke pusar. Terasa sangat geli sekali, gairah sexs-ku mulai tinggi saat itu.
Rasanya tubuhku bergetar dan merinding dibuatnya. Meja kayu yang keras diwarung itu serasa seperti ranjang yang empuk dan nikmat karena kami sudah sama-sama terangsang. Malvin terus memberi rangsangan sex padaku,
“ ooohh… Mas… oohh… Sssshhhhh… aahhhh…., ” desahku semakin menjadi jadi saja.
Dia mulai membuka celana dalamku lalu dihemapaskan kemeja warung itu. Malam itu telanjang bulatlah aku. Terlihat jelas vaginaku yang gembul dengan rambut vagina yng masih tipis. Malvin semakin bernafsu saja saat itu. Dia mulai menjulurkan lidahnya untuk menjilati selakanganku. Sungguh ini adalah kenikmatan sexs yang baru pertama kali aku rasakan,
“ ooouuugghhh mas….oouugghhh…aaahhh…aahhhhh…aahhhh…oohhh…mas lagi mas…aaaaaahhh…, ” desahku semkin liar saja.
Jemarinya mengelus memek perawanku, dari atas hingga bawah. Geli sekali namun nikmat rasanya. Lagi-lagi saat itu dia memberikan kenikmtan untukku. Aku yang masih polos hanya bisa pasrah saja tanpa bisa memberikan perlawanan apapun. Dia terus berusaha membangkitkan gairahku agar aku semakin lepas kendali.
Aku melihat dia mulai membuka celana jeansnya, dan di hanya memakai celana dalam. Kulihat penis yang menonjol tegak sangat besar. Dia membuka celana dalamnya. Benar-benar sudah hilang akal kami saat itu. Kami telanjang di pinggir jalan, dan hanya tenda warung saja yang menghalangi kami. Seakan saat itu kami tak memperdulikan kami sedang berada dimana.
Malvin benar-benar lihay memutar-mutarkan ujung penisnya pada lubang memekku,
“ ooohhh mas… aahhhh……aaahhh….. aaakkkhh…. ohhh…., ” desahku.
Beberapa waktu dia memainkan ujung penisnya pada liang vaginaku. Vaginaku mulai basah dengan lendir kawinku. Melihat hal itu Malvin terus berusaha memasukkan penisnya ke dalam memekku. Secara perlahan dia menekan ujung penisnya masuk kedalam memekku,
“ Ahhhh… Mas…. Sakit Mas… Ahhhh…, ” rintihku.
Malvin yang sudah dikuasai nafsu sexsnya saat itu tidak memperdulikan kesakitanku. Dia semakin memaksa saja untuk terus memasukan penisnya itu. Setelah berusaha keras pada akhrinya ujung penisnya masuk ke dalam memekku juga. Sakit banget rasanya, sungguh benar-benar sakit,
“ aaakkhhh… Sssssshhhh… sakit mas… huhhhhhhhh…., ” rintihanku.
Dia tetap saja terus memaksa agar penisnya masuk sepenuhnya didalam vaginaku. Nampaknya dia mencoba membut aku lebih tenang agar aku tidak begitu kesakitan. Dia meremas-remas payudaraku dan menciuminya seakan dia ingin menghilangkan rasa sakitku dengan cara membangkitkan gairah sexs-ku. Terus dia menekan penisnya masuk ke dalam.
Pada akhirnya seluruh penis itu masuk ke dalam memekku,
“ aaaaakkkhh……. mas ini sakit sekali… uhhhhhhhhh…. Ssssshhhh, ” ucapku.
Aku menahan kesakitan itu dengan menggigit bibirku dan mencengkram lengan Malvin dengan kencangnya,
“ Euhhhhhhhhhh… sakit mas, huhuhuhu…, ” keluhku disertai tangisku pelanku.
“ ternyata kamu masih perawan ya, sempit banget memek kamu, ahhhhh…., ” ucap Malvin puas menjebol keperawananku.
Pada saat itu aku membiarkan penisnya tertanam pada vaginaku. Dia melihat memekku keluar darah yang tandanya selaput keperawananku sudah pecah. Melihat itu dia semakin bersemangat, mulailah dia menggerakn penisnnya maju mundur. Gerakannya sangat keras, penis itu serasa tertancap di dalam memekku,
“ aaaahhhh… Mas… peris ms… pelan mas… aaahhh… ouhhhhhhh…., ”
“ tahan dulu yah Elvin, bentar lagi juga enak kog, Ouhhhhh…, ” ucapnya dengan terus menggenjot vaginaku tanpa ampun.
Penis itu mengoyak dinding rahimku dengn bebasnya. Genjotan Malvin dari awal selalu keras. Memek sempit yang baru saja diperawaninya kini sudah tidak virgin lagi. Dia menggenjot vaginaku maju mundur dengn kerasnya,
“ Mas… Ouhhhh… terus mas.. Ahhhhh…, ” ucapku mulai meras nikmat.
Rasa sakit hilang, dan rasa senangpun datang. Aku yang sudah mulai menikmati hubungan sex itu, mulailah aku melakukan perlawanan dengn mengoyangkn pantatku kekanan kekiri dan maju mundur mengikuti genjotan penisnya. Hujan yang begitu deras membuat hubungn sex kami semakin intim saja. Entah berapa menit kami melakukan hubungan sex saat itu.
Malvin yang begitu bernafsu terus menggenjot memekku dengan kasarnya. Tidak lama kemudian penis Malvin tiba-tiba dilepas dari memekku. Dia mengarahkan penisnya pada perutku, dan
“ ccccccrrroooooottt….ccrrrroooot….cccrrroootttt……., ”
“ aaaahhhhhh………., ” Ucap Malvin dengan wajah puas dan lega..
Dia mengeluarkan air maninya dan dia semprotkan pada perutku. Air maninya sangat banyak dan kental sekali. Puas memperawaniku diapun dengn telaten membersihkan badanku. Selesai itu aku memakai pakaiannku kembali. Singkat cerita, pada malam itu dia tidak mau mengantar aku pulang. Dia menghubungi taxi untuk datang ke sini. Tenda biru itu saksi bisu hilangnya keperwannku oleh Malvin. Aku menangis ketika Malvin bilang bahwa dia sebenarnya bukan tetangga aku, dia hanya pria jalanan yang malam itu nongkrong.
Tanpa kata-kata aku pergi meninggalkannya ketika taxi itu datang. Aku melihat handphone tenyata jam setengah 10 malam. Hujan yang lebat membuat perjalanan semakin lambat. Sesampainya di rumah bapak sudah di depan rumah menungguku. Dia terlihat marah namun aku santai menjawabinya dengan tenang.
Masuklah aku kekamar lalu aku mengunci pintu kenudian aku menangis sepuasnya. Kejadian yang terjadi di bulan suci ini membuat aku sangat sedih dan terpuruk. Semoga Malvin mendapat karma karena membuat aku sudah tidak suci ini. Sang pencipta pasti akan memberinya karma padanya, aku yakin itu. Sekian.
Demikian lah Artikel saya kali ini Hilang Kesucianku Dibulan Suci di bantai oleh anak jalanan yang tidak ku kenali.

Leave a Comment